Jamasan Koleksi Museum Purbakala Grobogan Dalam Rangka HUT Ke-294

Jamasan atau pembersihan beragam benda bersejarah yang menjadi koleksi Museum Purbakala Grobogan dilakukan dalam rangka mengawali Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke 294. (Foto: Pemkab Grobogan)

Banjarejo Jamasan atau pembersihan beragam benda bersejarah yang menjadi koleksi Museum Purbakala Grobogan dilakukan dalam rangka mengawali Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke-294 . Berlangsung Jumat (14/2/2020), pembersihan benda bersejarah ini juga dilakukan untuk benda pusaka yang juga disimpan di dalam museum yang berada satu komplek dengan kantor Dinas Pendidikan Grobogan.

“Khusus untuk benda-benda pusaka, seperti keris, tombak, gamelan dibersihkan oleh tenaga yang sudah ahli di bidangnya. Selain benda koleksi, kita juga menata kebersihan di lingkungan museum,” ungkap Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan, Marwoto.

Menurutnya, kegiatan jamasan ini rutin dilakukan dalam rangkaian peringatan hari jadi Grobogan yang jatuh pada tanggal 4 Maret. Dalam Jamasan kali ini, ada belasan orang yang dilibatkan.

Koleksi yang dimiliki dalam museum ini berjumlah 38 macam benda peninggalan dan berbagai jenis. Beberapa diantaranya yakni  gamelan, keris dan tombak, arca, yoni, piring, lesung, lingga, meriam, luku, garu, mangkok dan piring kuno. Kebanyakan, benda tersebut sudah berusia ratusan sampai ribuan tahun.

Menurutnya lagi, acara bersih-bersih tersebut biasanya dilakukan minimal setahun sekali. Hal itu diperlukan agar benda-benda bersejarah itu tidak rusak, bisa tahan lama dan lebih bersih sehingga cukup nyaman dilihat orang.

Museum Purbakala Grobogan

Museum Purbakala Grobogan merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Jawa Tengah. Museum yang dikelola Disporabudpar ini letaknya ada di komplek kantor Dinas Pendidikan Grobogan. Meski punya banyak koleksi benda masa lalu, namun museum ini jarang dibuka untuk umum.

Kasi Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disporabudpar Grobogan, Siswanto menyatakan, jumlah koleksi benda masa lalu yang ada di museum sekitar 86 buah. Selain benda cagar budaya, ada juga sejumlah benda purbakala berupa potongan fosil hewan-hewan purba.

Tahun lalu tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) juga melakukan penelitian terhadap benda-benda yang ada di museum ini.

Sejauh ini, koleksi tersebut belum memiliki diskripsi informasi yang lengkap. Misalnya, potongan fosil itu milik hewan apa, berapa usianya, dan terdapat pada bagian apanya.

Data yang ada hanya menyebutkan lokasi dan tahun penemuannya saja. Minimnya informasi inilah yang menyebabkan pihaknya juga kesulitan untuk memberikan penjelasan pada masyarakat.

“Dari kondisi inilah kita kemudian minta pihak BPSMP dan BPCB untuk melakukan kajian terhadap koleksi yang ada di museum ini. Dari kajian ini nanti akan kita dapatkan informasi yang lebih lengkap terhadap benda-benda bersejarah ini,” katanya.