Kemendikbud Memberi Penghargaan kepada Pegiat Penggerak Perempuan

Kasi Pendidikan, Direktorat PAUD, Dikmas Kemendikbud Thuarita, dan Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam acara Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3-Mandiri).

Purwodadi – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Grobogan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pelayanan pelatihan keterampilan di Kabupaten Grobogan itu dinilai menjadi penggerak pemberdayaan dan pembinaan perempuan. Penghargaan tersebut diserahkan Kasi Pendidikan Lanjut Direktorat PAUD dan Dikmas Kemendikbud Thuarita pada Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam acara Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3-Mandiri). Dalam acara ini, hadir pula Kepala Pusat PAUD dan Dikmas Jawa Tengah Djajeng Baskoro, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat beserta jajarannya dan sejumlah pejabat terkait di pendapa kabupaten, Selasa (12/11/2019).

Kepala Pusat PAUD dan Dikmas Jawa Tengah Djajeng Baskoro mengungkapkan, sejauh ini, Kabupaten Grobogan dinilai mempunyai kontribusi yang bagus pada kelompok pemberdayaan perempuan. Dimana, ada program yang tidak hanya memberikan perhatian saja tetapi juga melakukan pendidikan, pembinaan serta pelatihan keterampilan pada kelompok tersebut. “Salah satunya melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang menjadi sentra pelayanan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kaum perempuan. Pemberian penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi dari upaya yang sudah dilakukan selama ini,” jelas Djajeng Baskoro.

Menggerakkan Kaum Perempuan dengan Pelatihan Keterampilan

Secara nasional ada 29 kabupaten yang menerima penghargaan Penggerak Pemberdayaan Pendidikan Perempuan dan salah satunya adalah Kabupaten Grobogan. Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh menjadi tempat percontohan di Kabupaten Grobogan. Hasilnya, warga binaan sudah bisa menghasilkan beragam produk. Tak hanya produk kuliner, seperti kripik singkong atau sale pisang, warga juga mampu memproduksi batik tulis maupun ecoprint, tas, dan seni kaligrafi.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian warga adalah menggerakkan kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga supaya bisa menghasilkan beragam produk. Antara lain, produk kuliner, batik tulis, kerajinan tangan, dan ecoprint. “Sebelum bisa menghasilkan produk, mereka ini tentunya dikasih pelatihan keterampilan terlebih dulu. Melalui upaya ini, minimal mereka dapat membantu ekonomi untuk kelompok terkecil dari masyarakat yakni keluarga,” ujar Sri Sumarni.

Ia menjelaskan, upaya menggerakkan kaum perempuan tersebut, salah satunya dilaksanakan di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh. Untuk mengembangkan program ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bersinergis. Di samping itu, dia berharap pemerintah pusat juga ikut mengucurkan bantuan atau program untuk peningkatan keterampilan warga, khususnya pemberdayaan perempuan.