Petani Pilih Tanam Tembakau di Musim Kemarau, Hasilnya Lebih Menguntungkan

Petani Tembakau di Kabupaten Grobogan. (Foto: Dinas Pertanian Grobogan)

Karangrayung – Saat musim kemarau tiba, petani di Kabupaten Grobogan memilih menanam tembakau dari pada jagung ataupun tanaman palawija lainnya. Dari bertanam tembakau, hasilnya lebih menguntungkan dibanding tanaman lainnya.

Salah satu petani tembakau di Dusun Kalak Kidul, Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung Kusrin mengatakan, dirinya sudah mulai menanam tembakau sejak pertengahan Juni. Dijelaskannya, ia memilih menanam tembakau kerena tanaman alternatif ini tidak banyak membutuhkan air, apalagi saat ini sedang terjadi musim kemarau.

Dirinya menanam tembakau di lahan dengan luas sekitar seperempat hektare. Kusrin mengeluarkan modal sekitar 1,5 juta dengan hasil panen diperkirakan sekitar 10,5 juta. Jumlah hasil itu dipotong untuk buruh petik, benih, pupuk, dan lainnya.  “Dengan hasilnya tujuh keranjang atau sekitar 50 kilogram. Harga per kilogram rata-rata Rp 30 ribu,” ujar Kusrin.

Hal serupa juga dilakukan petani lainnya, Suminah, yang memilih untuk menanam tembakau ketimbang jagung. Menurutnya, perawatan yang dilakukan untuk tanaman tembakau cenderung lebih mudah dibandingkan tanaman jagung.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Grobogan Tri Wahono Saputro mengatakan, tahun ini luas lahan tembakau di Kabupaten Grobogan berkisar 2.403 hektare, tersebar di Pulokulon, Karangrayung, Tanggungharjo, Purwodadi, Wirosari, dan kecamatan lain seperti Kedungjati, Penawangan, Ngaringan, Geyer, dan Brati.

Cukai Tembakau Dikembalikan Sebagian untuk Kesejahteraan Petani

Sebagai salah satu daerah yang mengandalkan pendapatan asli daerahnya dari sektor pertanian dan perkebunan, tembakau menjadi salah satu produk perkebunan terbesar kedua setelah tanaman kelapa dan telah menjadi sandaran hidup sebagian masyarakat di Kabupaten Grobogan.

Asisten II Ahmadi Widodo mengatakan, dengan luas tanam mencapai kurang lebih 2 ribu hektare dan tersebar di lebih dari 11 kecamatan, tanaman tembakau mempunyai implikasi yang sangat besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.

“Luasnya area perkebunan tembakau ini juga berimbas pada meningkatnya industri tembakau dan turunannya, yang membuat Kabupaten Grobogan menjadi salah satu penyumbang pajak yang cukup besar di sektor cukai tembakau di Provinsi Jawa Tengah,” terang Ahmadi dalam acara sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang cukai pada Agustus lalu.

Dijelaskannya, implikasi dari hasil cukai tembakau yang diterima oleh pemerintah pusat dari industri tembakau inilah yang sebagian akan dikembalikan kepada daerah penghasil tembakau dan cukai tembakau untuk dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani tembakau. Dalam rangka mengatur dana yang akan dikembalikan ke daerah tersebut, melalui Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007, daerah penghasil tembakau mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau sebesar  2 persen dari semua penerimaan pajak yang didapatkan oleh sektor ini.