Lama Vakum, Komunitas Hidroponik Grobogan Kini Bergeliat Kembali

Serah terima jabatan antara ketua komunitas lama dengan ketua baru. (Komunitas Hidroponik Grobogan)

Purwodadi – Setelah sekian lama vakum, Komunitas Hidroponik Grobogan kembali aktif mengadakan kegiatan. Kegiatan Kopdar Bareng yang diadakan di Alun-alun Purwodadi pada akhir Juli lalu menandai kembalinya komunitas tersebut sekaligus untuk melakukan reorganisasi.

Acara kopdar tidak hanya dihadiri anggota komunitas, tetapi juga ada perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Grobogan dan Komunitas Hidroponik Kawa Tengah.

Perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan, Maryati, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya komunitas hidroponik di Kabupaten Grobogan, karena hidroponik adalah salah satu tata cara bertani dengan sistem yang modern. “Hal ini tentunya merupakan kegiatan positif yang harus dikembangkan,” kata Maryati.

Sementara Papang Pamungkas dari Komunitas Hidroponik Jawa Tengah dalam acara tersebut memberikan penjelasan detail mengenai hidroponik, mulai dari sistem penanaman hingga sistem panen dan pemasarannya. Papang juga memberikan motivasi berdasarkan pengalamannya selama menekuni dunia hidroponik.

Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan antara ketua komunitas lama Andi Ardiansyah dengan ketua yang baru Dhany Abrori Mustaq.

Hidroponik Sebagai Potensi Wisata

Budidaya tanaman secara hidroponik kian diminati kalangan masyarakat. Hasil dari cara tanam hidroponik terbukti bukan hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga memunculkan usaha-usaha sampingan yang menguntungkan, mulai dari kuliner berkonsep khusus hingga wisata agro hidroponik.

Di Jember misalnya, ada Taman Botan yang terletak di Kecamatan Sukorambi. Agrowisata itu menyodorkan konsep edukasi sekaligus rekreasi di kebun hidroponik. Pengunjung yang tertarik bisa langsung membeli berbagai perlengkapan dan bibit tanaman hidroponik.

Di Magelang ada Joglo Ndeso Restoran dan Kebun Hidroponik. Di tempat itu, pengunjung bisa memesan makanan dari menu sayuran segar yang langsung dipetik dari kebun hidroponik, dan menyantapnya di saung-saung asri dengan pemandangan alam, termasuk kebun hidroponik.

Di Bogor, Indonesian Hotel General Manajer (IHGMA) melihat hidroponik sebagai potensi untuk menaikan angka wisatawan di Kota Hujan itu, dengan menjadikan perhotelan di Kota Bogor sebagai destinasi wisata hidroponik. “Jadi para wisatawan lokal maupun internasional yang berada di kota tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke daerah pegunungan untuk mempelajari dan menikmati khasnya wisata hidroponik,” ujar Ketua IHGMA Bustama Koto.

Bustamar berharap, hal ini bisa menjadi motivasi bagi setiap hotel agar terus berkembang, terutama untuk menaikkan angka wisatawan. Selain itu juga bisa memberikan efek penghijauan.